Friday, 4 March 2011

Gottfried Wilhelm Leibniz


Gottfried Willhelm Leibniz (1646-1716)

Gottfried lahir 1 Juli 1646 di Leipzig, Sachsen dan meninggal dunia pada tanggal 14 November 1716 di Hannover. Ayahnya, Friedrich Leibniz adakah seorang ahli hukum dan profesor dalam bidang etika dan ibunya Leibniz yang bernama Catharina Schmuck Willhelm Leibniz adalah seorang ahli hukum. Pada usia dua belas tahun Leibniz telah mengembangkan beberapa hipotesa logika yang menjadi bahasa simbol matematika. Ayah Leibniz minggal dunia, saat Leibniz masih berusia enam tahun lalu ia diasuh oleh ibunya. Setelah sekolah, Leibniz mulai mempelajari buku-buku peninggalan ayahnya, terutama buku-buku tentang metafisika dan theologi dari penulis-penulis Katholik maupun Protestan.

1661  :                        Leibniz berumur lima belas tahun, Leibniz yang tergolong jenius, masuk ke ke Universitas Leipzig jurusan hukum. Dua tahun kuliah di bidang hukum ternyata tidak membuatnya terkesan. Semasa kuliah di jurusan hukum, waktunya lebih banyak digunakan untuk membaca buku-buku filsafat, meski akhirnya dia lulus pada tahun 1663 sebelum pindah ke Jena.
1663 :                           Leibniz pindah ke lain universitas, tahun 1663 ini Leibniz kuliah di Universitas Jena untuk belajar lebih lanjut di bawah ahli matematika, fisika, dan astronomi. Di Jena, di bawah bimbingan matematikawan sekaligus filsuf terkemuka, Erhard Weigel ini, Leibniz mulai memahami pentingnya pembuktian matematika terhadap logika dan filsafat. Weigel percaya bahwa bilangan adalah konsep paling dasar dari alam semesta dan ide-ide ini memberi pengaruh sangat mendalam bagi Leibniz.
1666:                Saat usia Leibniz mencapai dua puluh tahun ia ingin mempromosikan keahliannya, dalam bidang doktor hukum, namun para profesor di Universitas Leipzig menganggap Leibniz masih terlalu muda. Oleh karena itu, Leibniz pergi ke Nurnberg, untuk belajar lebih lanjut di Universitas Altdorf. Leibniz menerbitkan Dissertatio de arte combinatoria (disertasi pada seni kombinatorial). Dalam karya ini Leibniz bertujuan untuk mengurangi semua penalaran dan penemuan untuk kombinasi dari unsur-unsur dasar seperti angka, huruf, suara dan warna.
1667:              Leibniz menerima gelar doktor dalam bidang hukum Universitas Altdorf untuk disertasinya yang berjudul De Casibus Perplexis (Pada Kasus membingungkan).
1671:              Leibniz menerbitkan Hipotesis Physica Nova (New Fisik Hipotesis). Dalam karya ini ia mengklaim bahwa gerakan tergantung pada tindakan roh.
1672:              Leibniz belajar matematika dan fisika di bawah didikan Christian Huygens Di Paris.
1673:              Leibniz mendemontrasikan mesin penghitung di hadapan Royal Society (Inggris). Mesin penghitung versi Leibniz merupakan penyempurnaan dari mesin penghitung ciptaan Pascal pada tahun 1642. Leibniz menemukan mesin yang dapat melakukan operasi perkalian dan pembagian.
1674:              Ia mulai mempelajari geometri infinitesimals dan mengirimkannya kepada Oldenburg di Royal Society.
1675:              Leibniz menulis manuskrip kalkulus dengan menggunakan notasi yaitu ∫ f (x) dx. Dalam hali ini, Leibniz berebut hak paten tentang kalkulus dengan Sir Isaac Newton.
1676:                          Leibniz menemukan notasi d (xn) = nxn-1dx untuk kedua integral dan pecahan n. Leibniz juga mengkritik ide-ide Descartes tentang energi mekanik dan memeriksa energi kinetik, energi potensial dan momentum.
1678-1679:    Leibniz membuat sistem pengaliran air dari tambang di pegunungan Harz. Ia menggunakan tenaga angin dan tenaga air untuk mengoperasikan pompa. Dia merancang berbagai jenis kincir angin, pompa, gigi tetapi setiap satu dari proyek-proyek ini berakhir dengan kegagalan.
1679:              Leibniz pertama kali mengenalkan sistem bilangan berbasis dua, yang disebut biner.
1684:              Leibniz mempublikasikan rincian dari kalkulus diferensial Nova Methodus pro Maximis et minimis Tangentibus Itemque di Acta Eruditorum, sebuah jurnal yang didirikan di Leipzig dua tahun sebelumnya. Makalah ini berisi notasi d, aturan untuk menghitung derivatif dari kekuasaan, produk dan quotients.
1686:              Leibniz menulis tentang Hukum De Métaphysique (Hukum Metafisika). Leibniz juga menerbitkan Acta Eruditorum yang menjelaskan kalkulus integral dengan penampilan pertama di cetak notasi ∫.
1711:              Keill mengirim surat ke Royal Society of London yang isinya menuduh Leibniz melakukan plagiarisme dalam penemuan kalkulus.
1714:              Leibniz menulis tentang Mondologia (Teori Monad). Monads adalah substansi dasar individu merefleksikan tatanan jagat raya, replika miniatur dari jagat raya. Dari metafisika dengan mencetuskan theorema optimisme, segala sesuatu (everything) diperuntukkan bagi yang terbaik dengan semua yang terbaik dari semua dunia yang dimungkinkan.
... Jika kita mampu memahami cukup baik tatanan alam semesta, kita akan menemukan bahwa itu melampaui semua keinginan yang paling bijaksana dari kita, dan bahwa tidak mungkin untuk membuat itu lebih baik daripada itu, tidak hanya untuk semua pada umumnya, tetapi juga untuk kita masing-masing pada khususnya ... (dari The Monadology, 1714)


Karya- Karya Leibniz:

·        1700. Pendiri sekolah “Berlin Academy of Sciences”
·        1673-1694. Dibuatnya kalkulator Leibniz.
·        1666. De Arte Combinatoria (On the Art of Combination)
·        1671. Hypothesis Physica Nova (New Physical Hypothesis)
·        1673 Confessio philosophi (A Philosopher’s Creed)
·        1684. Nova methodus pro maximis et minimis (New method for maximums and minimums)
·        1686. Discours de métaphysique
·         1703. Explication de l’Arithmétique Binaire (Explanation of Binary Arithmetic)
·        1710. Théodicée
·        1714. Monadologie
·        1765. Nouveaux essais sur l’entendement humain; selesai pada tahun 1704. (New Essays on Human Understanding)


Pengaruh Gottfried dalam Aufklaerung

Leibniz menyadari pentingnya metode bukti, filsafat dan logika dalam sebuah mata pelajaran khususnya matematika. Kemudian ia mengambil gelar doktor di bidang hukum. Ia mendapatkan gelar Master’s Degree dalam filsafat untuk disertasi yang menggabungkan aspek- aspek belajar filsafat dan hubungan hukum dalam mata pelajaran tersebut dengan ide- ide matematika. Hal ini dia pelajari oleh seorang filsuf yaitu Weigel Erhard.
Karena pemikirannya yang hebat itulah, Beliau bersama dengan René Descartes dan Baruch Spinoza, menjadi salah satu dari tiga pemikir Rasional paling hebat pada abad ke-17 dan mendukung pemikiran modern serta teknologi, namun pemikiran filosofi beliau pun memperhatikan pendidikan.

Sumber

Buku

Heer, Friedrich. (1958). Bücher Des Weissens Leibniz; Auswahl und Einleitung: Friedrich Heer. Hamburg: Fischer Bücherei.

Internet
 
"Leibniz, Gottfried Wilhelm." Complete Dictionary of Scientific Biography. 2008. Encyclopedia.com. (Rabu, 17 February 2011, 18.17 WIB). http://www.encyclopedia.com/doc/1G2-2830905855.html
www-history.mcs.st-and.ac.uk/history/Biographies/Leibniz.html (Rabu, 21 Februari 2011, 16.01 WIB)
http://meldaputeri.wordpress.com/2010/06/03/aufklaerung/  (Rabu, 21 Februari 2011, 16.01 WIB)







No comments:

Post a Comment